* 1.bersatu kita teguh, bertiga kita Charlie’s Angles
* 2.Sepandai-pandainya tupai melompat pasti di sate juga
* 3.Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan
* 4.Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati
* 5.Rajin Mangkal, Kaya
* 6.Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang
* 7.Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out
* 8.Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, yg enak2 pangkal paha, rame2 pangkal-an ojek
* 9.Ada ubi, ada talas. Ada budi, ada anduk
* 10.uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga
* 11.Semut diseberang lautan keliatan,gajah dipelupuk mata kelilipan
* 12.cinta di tolak, dukun beranak
* 13.Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa.
* 14.sedikit demi sedikit lama lama BOSAN
* 15.Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatohan durian seneng
* 16.Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh
* 17.bersatu kita teguh,bercerai kita masuk infotainment (moto selebritis)
* 18.Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sama-sama berat mending dipaketin aja teman
* 19.Air susu dibalas air supply
* 20.sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro
* 21.sate padang sebelum hujan
* 22.buruk rupa, cermin pun disalahkan
* 23.Ringan sama dipikul, berat minta bawain
* 24.Single itu prinsip, jomblo itu nasib
* 25.Wong ompong nyaring bunyinya
* 26.Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP
* 27.Nasir sudah menjadi tukang bubur
* 28.Dimana ada jalan,disitu banyak mobil
* 29.bagai kacang lupa atomnya
* 30.Bagai buah Simalakama, tidak dimakan Ibu mati, dimakan Bapak kimpoi lagi
* 31.Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga
* 32.Buruk muka gak masuk majalah
* 33.ada uang ada barang, ga ada uang rampok bank
* 34.Jauh di angkot, dekat naik ojek
* 35.Air beriak tanda ada yang tenggelam
* 36.Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan.
* 37.Besar Pasal daripada Tilang
* 38.Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi
* 39.Jangan ada janda diantara kita
* 40.Air beriak tanda ada yang boker
* 41.tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar
* 42.Ada udang dibalik tepung kentucky
* 43.Bagai telur diujung handuk
* 44.Bagaikan Jemuran tertiup angin
* 45.Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan.
* 46.Anjing menggonggong, maling kulkas berlalu.
* 47.Habis kumis, cukur dibuang.
* 48. Malu berak, sesak di jalan.
* 49. Surga anak ada di telapak kaki Ibu, Surga bapak ada di antara kaki Ibu.
* 50. Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti.
Ini hanya sekedar bahan tertawaan, ambilah yang baik²nya saja,jika ada yang buruk hiraukan saja . .
Tegar Budiharto
Selasa, 05 April 2011
Selasa, 29 Maret 2011
NARKOBA membahayan diri KITA
Narkoba Lebih dari Sekedar Khamar
Sampai saat ini boleh dikatakan tidak banyak dai yang menaruh perhatian khusus terhadap persoalan narkoba. Padahal melihat dampaknya, narkoba jelas kelas bisa merampas kehidupan sebuah generasi. Hal itulah yang mengusik perhatian dai muda A. Saefullah MA. Dai yang sehari-hari bergabung dalam Majelis Az Zikra pimpinan Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Depok, Jawa Barat itu, sejak tujuh tahun lalu aktif dalam kegiatan terapi terhadap pecandu narkoba. Aktivitas itu yang mengilhaminya untuk meneliti tentang narkoba untuk penulisan tesis program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.Tesis berjudul “Narkoba dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (Sebuah Studi Perbandingan)” itu telah berhasil dipertahankannya pada sidang bulan Oktober lalu. “Narkoba lebih berbahaya dari khamar (minuman keras), karena itu harus mendapatkan perhatian serius dari kita semua, terutama pihak-pihak yang berwenang,” tandas lelaki yang aktif berceramah dan memimpin dzikir di berbagai kota itu. Berikut, petikan wawancara dengan tokoh yang juga menjadi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ulumul Qur’an, Depok.
Adakah definisi spesifik mengenai narkoba dalam Islam?
Definisi mengenai narkoba dalam Alqur’an tidak ada, karena memang Alqur’an itu bukan Kitab yang mengatur secara detail satu per satu. Tapi persoalan narkoba dapat didekati melalui pendekatan qiyas, yakni satu kasus yang tidak ada nashnya dalam Alqur’an dicarikan padanan kasusnya yang ada nashnya dalam Alqur’an. Hal itu dilakukan dengan melihat ilat (motivasi hukum) yang sama, yakni sama-sama membahayakan. Narkoba bisa digolongkan dalam khamar, namun dampak negatif narkoba lebih daripada khamar.
Bagaimana sikap Islam tentang Narkoba?
Islam memberikan solusi terhadap penyalahgunaan narkoba secara sangat luas dan komprehensif. Baik hukum penyalahgunaan, narkoba untuk pengobatan, serta ketetapan pidana yang berkait dengan narkoba yang dalam hal ini mencakup 10 kelompok. Baik produsen narkoba, distributor/penyalur, pemakai, kurir, penjual, pemesan, pembayaran maupun pemakai hasil penjualan.
Islam mengatur hal ini secara tegas. Pemakai narkoba dicambuk 40-80 kali cambukan. Kalau sudah empat kali kasus, maka yang empat kalinya ia dihukum mati (hukum bunuh). Hal itu diriwayatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Kalau pemakai saja hukumnya tegas dan berat seperti itu, apalagi produsen. Hukumnya adalah hukuman mati.
Bagaimana pencegahan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang ditawarkan oleh Islam?
Banyak langkah yang bisa dilakukan. Antara lain, melalui bimbingan agama atau dakwah, terutama oleh pihak-pihak yang terkait dengan persoalan narkoba.
Dalam konsep Islam lebih bersifat sinergi keserasian jasmani dan rohani. Kalau jiwa sehat, tubuh sehat. Dalam masalah narkoba lebih kepada konsep pencegahan daripada sanksi. Memang sanksi hukum Islam itu berat, tapi sebenarnya Islam lebih kepada pencegahan.
Apakah Anda yakin kalau hukum Islam diterapka dengan baik dapat menekan masalah narkoba?
Bisa. Contohnya di Arab Saudi. Di sana pengedar narkoba dihukum pancung. Dan itu terbukti sangat efektif mencegah penyalahgunaan narkoba.
Untuk kondisi di Indonesia, apa yang bisa dilakukan?
Indonesia perlu merevisi UU No. 22/1997 tentang Narkotika dan UU No. 5/1997 tentang Psikotropika. Perbaikan itu terutama dibagian sanksi hukum pidana terhadap pemakai, pecandu dan pengedar narkoba.
Bisa Anda sebutkan konsep pengobatan Islam terhadap pecandu narkoba?
Nabi menegaskan setiap penyakit ada obatnya, karena itu berobatlah kamu, dan jangan berobat dengan barang yang haram. (HR Abu Dawud).
Pecandu narkobapun ada terapinya dalam tesis saya, saya menyebutkan tiga contoh terapi terhadap pecandu narkoba, berdasarkan nilai-nilai Islam, yang dikembangkan di Indonesia. Pertama, pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, mengembangkan terapi Inabah, yang meliputi empat cara, yakni bersuci (mandi/berwudlu) talqin (dzikir), ibadah dan do’a, serta disiplin ternyata 93% dari sekitar 5.845 pasien yang berobat disana bisa disembuhkan dan tidak kembali kepada narkoba lagi. Kedua, metode Prof. Dadang Hawari yang disebut terapi detoksifikasi, meliputi terapi medis, psikiatri, dan agama. Prinsipnya adalah berobat dan bertobat. Ketiga, metode taubatan nasuha yang meliputi ilahiah, medis, psikologis dan metapsikologis. Metode metapsikologis maksudnya adalah dalam diri kita ada dua macam energi yakni energi positif dan negatif. Kalau energi positif itu diolah dengan baik, maka energi negatif bisa dikendalikan. Orang yang kecanduan narkoba itu pada hakekatnya bukan jasmaninya yang sakit, tapi rohaninya karena itu, rohaninya itu pun harus disembuhkan terlebih dahulu.
Anda tampaknya tertarik pada masalah narkoba, ada pengalaman sebelumnya?
Ada beberapa alasan yang melatar belakangi hal tersebut.Pertama saya pernah jadi pembina terapi Ilahiah terhadap pencandu narkoba di cipanas ,Jawa Barat Tahun 2000 an .Waktu itu ada 50 Pasien yang kebanyakan merupakan Pelajar dan mahasiswa ,saya perhatikan ,ternyata para Pecandu narkoba itu umumnya adalah orang -orang yang tidak paham dengan agama jangan kan paham,mengaji pun tidak bisa .Satu -satu nya Solusi terhasap masalah penyalahgunaan narkoba adalah agama ,dalam hal ini agama Islam.Kedua ,korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya orang dewasa ,bahkan belakangan ini anak-anak SD pun banyak yang terkena narkoba hal ini menimbulkan Keprihatinan .Ketiga ,putus hukum yang mengunakan hukum positif di indonesia banyak yang tidak sesuai lagi dibandingkan dengan perkembangan dan rasa keadilan di indonesia Misalnya pemilikan pabrik ekstasi di Tangerang yang menghasilkan 1,8 juta Butir ekstasi perbulan hanya dijatuhi hukuman 3 bulan 28 hari .Kemudian para pecandu ternyata di penjara mendapat pelajaran baru tentang narkoba .jadi penjara merupakan sekolah bagi pecandu disana,mereka malah naik kelas .lebih mudah mendapatkan narkoba di penjara daripada diluar penjara. Contohnya kasus Roy Marten. Ia mengatakan kepada media massa bahwa di penjara lebih mudah mendapatkan barang narkoba daripada di luar penjara. Di luar, untuk mendapatkan barang narkoba 2-3 bulan belum tentu dapat, sedangkan dipenjara hanya dalam waktu 10 menit sudah dapat barang tersebut, begitu pengakuan Roy. Itu saya tulis dalam tesis saya.
Selain itu, fakta menunjukkan banyak pengedar narkoba tetap mampu menjalankan bisnisnya dari dalam penjara.
Pertanyaannya adalah ada apa dengan hukum positif di Indonesia? Apakah hukum yang salah atau para oknum pejabat yang berwenang yang menangani kasus-kasus naroba tersebut yang tidak benar.
Karena itu, perlu ada alternatif hukum sebagai solusi responsif dan antisipatif terhadap perkembangan masyarakat di Indonesia, khususnya terkait dengan masalah narkoba. Itulah hukum Islam. Sebab hukum Islam adalah bagian integral dari hukum nasional di negeri ini.
Sejarah Tentang TIK
TIK
| TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI |
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Sejarah
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
SMPN 1 Cikarang Barat
SMPN 1 Cikarang Barat


SMPN 1 Cikarang Barat adalah tempat dimana aku bersekolah sekarang,
Inilah sedikit informasi tentang SMPN 1 Cikarang Barat
Inilah sedikit informasi tentang SMPN 1 Cikarang Barat
| Detail Sekolah | |
|---|---|
| NPSN | 20218460 |
| Jenjang | Sekolah Menengah Pertama |
| Status | Negeri Dibawah Diknas |
| Kecamatan | CIKARANG BARAT |
| Kelurahan | Telaga Asih |
| Alamat | JL.IMAM BONJOL 11 |
| Nama Kepala Sekolah | H. JUANDA, S.Pd. MM |
| NIP/NIK Kepala Sekolah | |
- Daftar Guru
| No. | Kode Pegawai | Nama | Kelamin |
|---|---|---|---|
| 1 | 310275576 | ABDUL ROSID | Laki-laki |
| 2 | 310275577 | ABDULSALAM, S.Pd | Laki-laki |
| 3 | 310275578 | ABU TOYIB, S.Pd | Laki-laki |
| 4 | 310275579 | AGUS PURWADI, S.Pd | Laki-laki |
| 5 | 310275580 | AGUS SUPARNO, S.Ag. MM | Laki-laki |
| 6 | 310275581 | ASEP BUDI UTAMA | Laki-laki |
| 7 | 310275582 | BETTYANA PANJAITAN, S.Pd | Perempuan |
| 8 | 310275583 | CITA NURMARIANA H, S.Psi | Perempuan |
| 9 | 310275584 | DARYADI | Laki-laki |
| 10 | 310275585 | DEDE SUGANDI | Laki-laki |
| 11 | 310275586 | DEDENG HIDAYAT, S.Ag | Laki-laki |
| 12 | 310275587 | Dra. ANI SUPARNI | Perempuan |
| 13 | 310275588 | Dra. ANIK | Perempuan |
| 14 | 310275589 | Dra. Hj. EWILLISRI | Perempuan |
| 15 | 310275590 | Dra. Hj. ROHIBAH | Perempuan |
| 16 | 310275591 | Dra. MARLINAH | Perempuan |
| 17 | 310275592 | Dra. MUDRI | Perempuan |
| 18 | 310275593 | Dra. PATIMAH HERYANI | Perempuan |
| 19 | 310275594 | Dra. YANIH | Perempuan |
| 20 | 310275595 | Drs. JOKO SRIYANTO | Laki-laki |
| 21 | 310275596 | Drs. JOKO SUMARMAN | Laki-laki |
| 22 | 310275597 | ELIN HERLINA, S.Pd | Perempuan |
| 23 | 310275598 | ENGKOS | Laki-laki |
| 24 | 310275599 | ENNY BASIR, S.Pd | Perempuan |
| 25 | 310275600 | ERDI HERDIYANTO | Laki-laki |
| 26 | 310275601 | ERNA ZETRI, S.Pd | Perempuan |
| 27 | 310275602 | FITRIENI BUKHORI, S.Pd | Perempuan |
| 28 | 310275603 | GUNTUR | Laki-laki |
| 29 | 310275604 | H. AGUS GUNAWAN, S.Pd | Laki-laki |
| 30 | 310275605 | H. JUANDA, S.Pd. MM | Laki-laki |
| 31 | 310275606 | HETTI, S.Pd | Perempuan |
| 32 | 310275607 | IDA NURMALA UKMARA, S.Pd | Perempuan |
| 33 | 310275608 | IIN MAEMUNAH, S.Pd | Perempuan |
| 34 | 310275609 | INDRIYANA SRI PUJOWATI, S.Pd | Perempuan |
| 35 | 310275610 | JUNAEDI SUTIAMAN | Laki-laki |
| 36 | 310275611 | KOMAR SURYANA,SE | Laki-laki |
| 37 | 310275612 | M. SURURI | Laki-laki |
| 38 | 310275613 | MARDIAH, S.Pd | Perempuan |
| 39 | 310275614 | MUMPUNI, S.Pd | Perempuan |
| 40 | 310275615 | MUNAWAROH, S.Ag | Perempuan |
| 41 | 310275616 | NASROH, S.Ag | Perempuan |
| 42 | 310275617 | NURYANIH | Perempuan |
| 43 | 310275618 | RAHAYUNINGSIH, S.Pd | Perempuan |
| 44 | 310275619 | RATNA KOMALASARI | Perempuan |
| 45 | 310275620 | RINA WAHYUNDARI, S.Pd | Perempuan |
| 46 | 310275621 | RUBIYANTI MARBU, S.Pd | Perempuan |
| 47 | 310275622 | RUSLIA MANURUNG, A.Md.Pd | Perempuan |
| 48 | 310275623 | SITI SUNARI, S.Pd | Perempuan |
| 49 | 310275624 | SRI ENDAH HARMONIS, S.Pd | Perempuan |
| 50 | 310275625 | SRI JOGYA DWI P, S.Pd | Perempuan |
| 51 | 310275626 | SRI MULYATI, A.Md.Pd | Perempuan |
| 52 | 310275627 | SRI WIDODO | Laki-laki |
| 53 | 310275628 | SUDINAH, S.Pd | Perempuan |
| 54 | 310275629 | SUMARNI, S.Pd | Perempuan |
| 55 | 310275630 | SURAN SYAHRUDIN | Laki-laki |
| 56 | 310275631 | SURYANA | Laki-laki |
| 57 | 310275632 | TETY SUCIARTI, S.Pd | Perempuan |
| 58 | 310275633 | TRI WINARNI, S.Pd | Perempuan |
| 59 | 310275634 | YETTI HARINI, S.Pd | Perempuan |
| 60 | 310275635 | YULIATI | Perempuan |
| 61 | 310275636 | ZULKIPLI, S.Pd | Laki-laki |
| 62 | 310275637 | ZULKOMAR, S.Pd | Laki-laki |
Langganan:
Postingan (Atom)

